Bulan Penuh Berkah, Yusuf Sang Kusir Delman pun Kebanjiran Rupiah

0 209

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Tidak salah memang jika bulan suci Ramadhan dikatakan sebagai bulan yang penuh berkah. Bagaimana tidak, selama sebulan penuh tidak sedikit kalangan yang dapat meraup keuntungan besar memanfaatkan bulan yang selalu dinantikan umat Muslim ini untuk mengais rezeki.

Dari mereka yang menjual aneka takjil, menu-menu berbuka puasa skala rumah tangga hingga yang menjajakan beragam kebutuhan rumah tangga dan busana bahkan menawarkan jasa. Dari yang hanya berjualan di depan rumah sampai mereka yang sengaja berdagang di titik-keramaian.

Salah satu di antara yang memanfaatkan momentum bulan penuh berkah itu adalah Yusuf. Ayah tiga anak itu ikut meramaikan dan turut mengais rejeki bersama kuda kesayangannya. Ya, dirinya adalah kusir delman yang setiap datang bulan suci Ramadhan selalu mangkal di pelataran parkir Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded, Jalan Pahlawan (Bondongan), Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Kalau Sabtu-Minggu atau hari libur biasanya mangkal di depan Balai Kota, kebanyakan nariknya turis (wisatawan, red). Tapi kalau puasa, saya suka narik di sini (TMP Dreded, red). Ngabuburit sekalian cari nafkah buat keluarga. Alhamdulillah ramai terus,” ungkap Yusuf.

Memang diakuinya jika tarif yang dikenakan saat hari biasa dan ketika sore di bulan puasa berbeda, namun ia mengatakan jika secara pendapatan tidak terlalu siginifikan. Padahal, katanya, bila di hari biasa seperti akhir pekan tarif yang dikenakan kepada penumpangnya bisa mencapai hingga Rp 50.000 untuk sekali jalan berkeliling jalur Sistem Satu Arah (SSA) atau seputar Istana Bogor. Sementara di bulan puasa dengan penumpangnya yang mayoritas anak-anak, ia hanya menetapkan tarif Rp 2.000.

“Tapi syukur alhamdulillah, penumpangnya setiap sore selalu ramai. Malah anak-anak kasian sampai harus menunggu lama. Memang luar biasa rejeki di bulan puasa mah. Kadang saya juga suka kasih gratis saja kalau ada anak yang sampai nangis pengen naek delman tapi kadang orangtuanya nggak punya uang,” ucapnya.

Setiap harinya, kata Yusuf, dengan jam kerjanya yang hanya sekitar tiga jam saja namun dirinya kerap membawa pundi-pundi rupiah yang melimpah. Meskipun ia tidak mau menyebutkan angka pastinya, namun ia mengungkapkan bisa menafkahi keluarganya dan memenuhi kebutuhan untuk berlebaran.

“Ya, pokoknya alhamdulillah. Nggak enak saya bilang berapanya. Yang jelas mah cukup buat anak-anak sama isteri,” pungkasnya.

Comments
Loading...