Heibogor.com
100% Berita Bogor

Bangun Pengetahuan Lewat Jelajah Kota di Unggah Unduh Kota Kampoeng Bogor

0 138

Heibogor.com – Sejarah dan masa depan adalah dua bagian yang saling berkaitan. Untuk itu, Kampoeng Bogor yang memiliki rencana mengadakan jelajah kota dan sejarah di Kota Bogor menggelar Unggah Unduh Kota bertajuk Membangun Pengetahuan Melalui Jelajah Kota, pada Jumat (30/03/18) di Ruang Comdev P4W LPPM IPB Baranangsiang.

Ketua Pelaksana Wanda Dani Putra menjelaskan, bahwa kegiatan yang merupakan edisi kelima ini bertujuan untuk mempelajari tentang jelajah kota dan juga sebagai bentuk pengetahuan.

Diskusi tersebut menghadirkan Kartum Setiawan, pendiri Komunitas Jelajah Budaya yang sudah berkegiatan sejak tahun 2003 sebagai pembicara. Ia bercerita mengenai perjalanan sejarah Kota Jakarta dari mulai era Jayakarta hingga gerakan revitalisasi Kota Tua Jakarta yang menjadi perjalanan sejarah ibu kota Indonesia.

Kartum mengatakan, setelah Jayakarta runtuh, VOC membangun Oud Batavia yang digunakan sebagai tempat tinggal tuan tanah, pedagang, dan tentara. Kawasan seluas 87 hektar yang kini dikenal sebagai Kota Tua Jakarta tersebut masih dapat dikunjungi dan dipelajari oleh masyarakat.

Unggah Unduh Kota bertajuk Membangun Pengetahuan Melalui Jelajah Kota, pada Jumat (30/03/18) di Ruang Comdev P4W LPPM IPB Baranangsiang.

“Di masa kepemimpinan Daendels, pusat pemerintahan dipindahkan ke daerah selatan dengan tujuan keamanan dan pusat Kota Tua ditinggalkan dan dijadikan tempat berdagang,” jelas Kartum.

Kemudian, Kartum juga memaparkan bahwa kawasan Jakarta dibagi menjadi lima zona, yaitu zona 1 Pelabuhan Sunda Kelapa yang memiliki karakter kehidupan sehari dan banyak ditinggali oleh masyarakat Bugis, kemudian zona 2 berpusat di Taman Fatahillah yang merupakan zona inti yang memiliki banyak populasi gedung tua, kemudian zona 3 adalah Pecinan dan Glodok yang memiliki karakter Tionghoa, lalu Pekojan sebagai zona 4 merupakan Kampung Arab yang erat dengan budaya religius dan masjid, dan terakhir zona 5 merupakan kawasan peremajaan Pancoran – Gajah Mada.

“Pemetaan ini merupakan zona-zona jelajah yang kami lakukan, dan jelajah yang kami lakukan biasanya menyesuaikan kegiatan yang ada di kawasan tersebut. Misalnya, di saat Imlek kami jelajah ke kawasan Pecinan dan mendekati Hari Raya Idul Fitri kami jelajah ke zona Pekojan dan biasanya kami menikmati nasi kebuli,” tambahnya.

Kartum juga bercerita tentang Komunitas Jelajah Budaya yang pernah meraih rekor mengadakan jelajah dengan jumlah peserta lebih dari seribu peserta. Komunitas ini juga memiliki beberapa agenda rutin di antaranya jelajah tempat ibadah rutin, membuat cinderamata, kuliner tempo dulu, membatik, dan juga latihan eksavasi yang biasanya dilakukan oleh arkeolog.

Unggah Unduh Kota bertajuk Membangun Pengetahuan Melalui Jelajah Kota, pada Jumat (30/03/18) di Ruang Comdev P4W LPPM IPB Baranangsiang.

Unggah Unduh Kota mengenai Jelajah Kota menjadi semakin menarik di sesi diskusi. Yadi, Dosen Universitas Hassanudin, Makassar, yang juga pegiat komunitas pusaka di Makassar yang hadir dalam kegiatan tersebut menumpahkan kekagumannya terhadap Kartum Setiawan dan Komunitas Jelajah Budaya atas peran komunitas dalam memperkenalkan sejarah kepada masyarakat.

“Komunitas dan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam melestarikan kebudayaan dan sejarah, karena hal itu bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga komunitas dan sektor privat yang tujuan akhirnya adalah pelestarian,” ujar Yadi.

Pentingnya mengenal sejarah, bangunan lama, dan museum juga sangat dirasakan oleh Tia Ayu, ibu rumah tangga yang hadir dalam diskusi. Tia menuturkan bahwa mengenal sejarah adalah hal yang sangat penting, dan terkadang tidak serta merta didapatkan di bangku sekolah.

“Saya sering kali mengajak anak-anak saya ke tempat bersejarah dan mereka antusias, dan harusnya ini dilakukan juga oleh sekolah,” ujar Tia Ayu.

 

(Robby Firliandoko : Kontributor)

Comments
Loading...