Kenangan Kecil Hotel Bellevue dan Bioskop Ramayana

0 720

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kalau Anda orang Bogor dan lahir sebelum tahun 80-an, samar-samar pasti mengingat sebuah gedung bioskop yang berdiri cukup ‘megah’ untuk ukuran di zamannya. Bogor di tahun 70 dan 80-an memang sudah punya beberapa bioskop, termasuk Sukasari dan Presiden Theatre yang kini kumuh dan dijadikan lapak penjual sayuran. Tapi dari semuanya, Bioskop Ramayana-lah yang boleh dibilang paling bagus dan banyak menyimpan kenangan pada generasi-generasi terdahulu.

Jangan membandingkan Bioskop Ramayana dengan bioskop-bioskop zaman sekarang yang sudah digital dengan tempat duduk yang nyaman dan suara film yang menggelegar. Zaman itu, bioskop Ramayana walaupun masuk kategori terbaik di Bogor, masih bikin penontonnya kepanasan saat nonton dengan suara audio film yang agak ‘mendem’ dan penonton yang kadang masih bertepuk tangan saat jagoan dalam film menang berkelahi. Maklumlah, generasi saat itu (termasuk saya) memang belum ‘dewasa’ seperti sekarang.

Banyak yang tidak tahu bahwa lokasi di mana gedung eks-Bioskop Ramayana dahulu berdiri adalah bekas sebuah bangunan hotel yang teramat indah bikinan penjajah Belanda yang dinamai Hotel Bellevue. Bellevue berasal dari Bahasa Prancis yang artinya ‘indah.’ Sesungguhnya, kata indah yang disematkan pada hotel itu merujuk pada pemandangannya yang menakjubkan.

Berdiri di atas bukit setelah tanjakan Empang, hotel itu berlatar belakang Gunung Salak, rumbunnya pepohonan, dan Sungai Cisadane yang mengalir tidak jauh dari lokasinya. Para pengunjung hotel saat itu disuguhkan oleh view spektakuler yang tidak ada duanya di Kota Bogor.

Foto : Istimewa. Hotel De Bellevue.

Pemandangan itu sempat diulas oleh penulis Amerika E. Alexander Powell dalam bukunya “Where the Strange Trails Go Down” (1921), yang menyebut pemandangan dari balkon Hotel Bellevue itu hanya bisa ditandingi oleh beberapa site di dunia saja.

Sayang, generasi paska Bellevue hanya menganal Bisokop Ramayana dan bangunan yang saat ini berdiri di lokasinya sekarang; Bogor Trade Center (BTM). Aspek komersialisasi memang lebih kental bagi pemimpin-pemimpin kita saat ini. Maka nilai historis dan kesempatan emas untuk memiliki tempat di tengah kota dengan view yang teramat indah itu sirna oleh kepentingan pemilik modal.

View spektakuler itu sesungguhnya masih bisa dinikmati sekarang dari BTM dengan cara makan di balkon lantai atas tempat di mana ‘Food Court’ BTM berada. Tapi tentu saja suasananya jauh berbeda karena orang datang ke BTM untuk berbelanja, dan suasana balkon itu lumayan tidak punya sisi romantismenya, karena yang ada adalah sampah bekas orang makan dan asap rokok yang mengebul tiada henti.

‘Bellevue’ kini masih ada walau hanya sedikit, dan samar-samar kenangan akan Gedung Bioskop Ramayana kenangan masa kecil orang Bogor masih terasa. Bogor memang indah.

 

(Dudi Irawan)

Comments
Loading...