Kinerja Dinas Kesehatan Kota Bogor Tahun 2017 dalam Program Pengembangan Lingkungan Sehat Menuju Bogor Kota Sehat

0 381

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setingggi-tingginya. Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berbagai indikator yaitu indikator angka harapan hidup, angka kematian dan status gizi masyarakat.

Pembangunan manusia adalah sebuah proses pembangunan yang bertujuan agar manusia mempunyai kemampuan di berbagai bidang, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Keberhasilan pembangunan manusia dapat diukur melalui tiga hal yaitu umur panjang dan sehat, berpengetahuan, dan memiliki kehidupan yang layak. Umur panjang dan sehat direpresentasikan dengan indikator angka harapan hidup; pendidikan direpresentasikan dengan indikator angka melek huruf; serta kehidupan yang layak direpresentasikan dengan indikator kemampuan daya beli. Semua indikator yang merepresentasikan ketiga indikator pembangunan manusia terangkum dalam suatu nilai tunggal yaitu Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index).

Dinas Kesehatan merupakan salah satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang mengupayakan indikator umur panjang dan sehat masyarakat Kota Bogor melalui berbagai upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui visi “Masyarakat Kota Bogor Sehat, Nyaman, Mandiri dan Berkeadilan”. Tercapainya visi tersebut bukan semata-mata hasil kerja Dinas Kesehatan, akan tetapi merupakan hasil kerja seluruh sektor yang didukung oleh peran serta seluruh masyarakat. Adapun masyarakat Kota Bogor sesuai visi tersebut di atas yang ingin dicapai adalah masyarakat yang ditandai penduduknya hidup dalam lingkungan yang sehat dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Lingkungan sehat yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, serta perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan. Perilaku sehat yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kemampuan masyarakat yang diharapkan adalah yang mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan, baik yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Pelayanan kesehatan yang bermutu yang dimaksudkan disini adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika profesi. Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan dan perilaku hidup sehat serta meningkatnya kemampuan masyarakat maka derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan masyarakat dapat ditingkatkan secara optimal.

Selanjutnya, untuk dapat mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 4 Misi Pembangunan Kesehatan Kota Bogor sebagai berikut :
1. Menyediakan sarana dan pelayanan kesehatan yang paripurna merata, bermutu, terjangkau, dan nyaman.
2. Menggerakkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan lingkungan, serta jaminan kesehatan
3. Memenuhi ketersediaan dan pemerataan tenaga kesehatan yang profesional dan amanah
4. Menyelenggarakan tata kelola sumber daya kesehatan yang adil, transparan, dan akuntabel.

Untuk mewujudkan tercapainya visi dan misi Dinas Kesehatan Kota Bogor tersebut di atas, telah disusun target kinerja, program, dan indikator kinerja program yang dituangkan ke dalam 17 program salah satunya adalah yaitu Program Pengembangan Lingkungan Sehat. Program ini bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, udara, air, dan tanah serta peningkatan mutu makanan sehingga masyarakat Kota Bogor yang sehat dapat terwujud.

Foto : Istimewa. Program pengembangan lingkungan sehat.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan dan hasil kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2017 dalam upaya pengembangan lingkungan sehat (Kesling) Kota Bogor yaitu sebagai berikut :

1. Peningkatan Sanitasi Dasar
Bertujuan untuk mengetahui cakupan akses terhadap air bersih, jamban, rumah sehat, SPAL, dan pengelolaan sampah rumah tangga serta meningkatkan demand masyarakat terhadap kebutuhan sanitasi dasar dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut :
a. Pemantauan kualitas air bersih non PDAM
Dengan sasaran sampel 80 titik tersebar dari setiap kelurahan dilaksanakan pada bulan April-Desember 2017. Hasilnya yaitu secara fisika 100 % memenuhi syarat dan secara mikrobiologi 37,5 % tidak memenuhi syarat kesehatan.
Kondisi ini menggambar kan air non PDAM harus ditretmen dahulu sebelum dimanfaatkan. Pencemaran colli kemungkinan disebabkan letak septik tank dengan sumber air kurang dari 10 m atau septiktank tidak septik. Target SDGs untuk akses air minum 100%, PDAM setiap tahun meningkatkan akses jangkauan. Petugas kesling atau sanitarian Puskesmas dalam kegiatan yankesling memberikan rekomendasi ke masyarakat untuk memberikan kaporit pada sumur atau air non PDAM yang tercemar. Jumlah kaporit yang ada cukup. Masyarakat tinggal mengajukan permintaan ke Puskesmas.
b. Pengawasan external kualitas air PDAM
Pengawasan kualitas air PDAM mengacu pada Permenkes 736/per/Menkes/VI/2010, Dinas Kesehatan mengembang tugas untuk melaksanakan pengawasan external PDAM.
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas air minum di Kota Bogor sesuai amanah SDGs” dengan sasaran 140 sampel dilaksanakan pada Bulan April dan Desember. Hasilnya yaitu kualitas air PDAM mengalami peningkatan parameter fisika dan kimia sesuai Permenkes 492/permenkes /2010 dengan hasil 100 % memenuhi syarat kesehatan. Secara mikrobiologi dari 143 sampel yang diperiksa, 129 (86,7%) sampel memenuhi syarat kesehatan dan 19 (13,3%) sampel yang tidak memenuhi syarat. Beberapa wilayah yang tercemar karena pada saat pengambilan ada perbaikan di beberapa titik. PDAM kota Bogor sangat responsif pada temuan tersebut segera menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan dan melakukan pengawasan secara internal.

c. Pengawasan Kualitas Depot Air Minum (DAM)
Dilakukan untuk mengetahui kualitas DAM di Kota Bogor dengan sasaran 60 DAM di Kota Bogor dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus. Hasilnya yaitu kualitas DAM 36.7% tercemar total coliform, 10% tercemar Colliform. Kondisi ini sangat memperhatikan dan perlu pembinaan yang intensif. Dilakukan sertifikasi bagi pengelola DAM rutin tiap tahun dan dilakukan pembinaan secara rutin. Melalui radio dilakukan informasi ke masyarakat untuk memilih DAM yang memiliki sertifikat laik sehat. Tahun 2018 akan dilakukan feedback hasil lab per kecamatan. Pemberian reward bagi DAM yang hasilnya baik. Dan masukan rekomendasi bagi DAM yang belum memenuhi syarat.
d. Pengawasan kualitas lingkungan pemukiman
Dilakukan untuk mengetahui kondisi sanitasi rumah yang ada di wilayah Kota Bogor dengan sasaran 180.000 rumah tersebar di 68 kelurahan dilaksanakan pada bulan Januari–Desember 2017. Hasilnya berdasarkan inspeksi kesehatan lingkungan rumah diketahui cakupan sanitasi dasar Puskesmas (akses air bersih, jamban sehat, SPAL dan pengelolaan sampah).
e. Pelatihan STBM bagi Karang Taruna Kota Bogor
Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas karang taruna tentang paradigma baru dan pendekatan pelaksanaan STBM, sehingga dapat melaksanakan kegiatan STBM secara berkelanjutan dengan sasaran 136 karang taruna dilaksanakan pada tanggal 14–15 Maret 2017 di Dinas Kesehatan. Hasilnya yaitu karang taruna mau dan mampu menjadi fasilitator STBM di kelurahan dan tersusunnya rencana tindak lanjut di masing-masing kelurahan.
f. Pelatihan STBM BABINSA dan BHABINKAMTIBMAS 8 Kelurahan
Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Babinsa dan Bhabinkamtibmas tentang paradigma baru dan pendekatan pelaksanaan STBM, trampil melakukan pemicuan, mampu melakukan analisis dan pemetaan wilayah dan penyusunan rencana aksi sehingga dapat melaksanakan kegiatan STBM secara berkelanjutan dengan sasaran 18 orang dilaksanakan pada bulan September 2017 di Dinas Kesehatan. Hasilnya yaitu Babinsa dan Bhabinkamtibmas mau dan mampu menjadi fasilitator STBM di kelurahan dan tersusunnya rencana tindak lanjut di masing-masing kelurahan. Babinsa dan babinkamtimbas yang dilatih sangat membantu dalam pemicuan di masyarakat. Peningkatan pengetahuan mereka akan septiktank yang memenuhi syarat, mendorong program 1000 jamban pada kegiatan Babinsa bisa berkoordinasi dengan Puskesmas.

g. Pencanangan ODF (Open Devication Free)
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan reward bagi RW yang sudah ODF atau bebas buang air besar sembarangan. Pencanangan dan deklarasi RW ODF dihadiri oleh 400 orang lintas program dan lintas sektor dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2017 di Sempur Kota Bogor. Hasilnya yaitu sebanyak 125 RW telah melakukan deklarasi ODF.

h. Pertemuan evaluasi wira usaha sanitasi
Bertujuan untuk meningkatkan masyarakat mudah mendapatkan sarana sanitasi yang layak dengan harga yang terjangkau dengan sasaran 28 pengusaha sanitasi dilaksanakan pada bulan September 2017. Hasilnya yaitu peserta mampu menjadi wirausaha sanitasi yang handal. Kegiatan ini dilanjut dengan pemberian alat cetak septiktank kepada wirausaha sanitasi yang serius menjadi pengusaha sanitasi melalui aksansi.
i. Lomba RT/RW bersih dan sehat.
Tujuannya agar masyarakat terpicu untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat serta pemenang terpilih bisa menjadi tempat pembelajaran wilayah yang lain dengan sasaran seluruh RW di Kota Bogor dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni 2017.

Data capaian program peningkatan sanitasi dasar

No.
Indikator kinerja 2015 2016 2017
Target Capaian Target Capaian Target Capaian
1

2

3

4

5

6.

7.

Prosentase akses air bersih
Prosentase akses jamban keluarga
Prosentase akses SPAL yg memenuhi syarat
Prosentase akses pengelolaan sampah
Prosentase kelurahan STBM
Prosentase kelurahan ODF
Prosentase pengawasan kualitas air perpipaan
Prosentase air minum yang memenuhi syarat
80.5%

80.5

29.5

68.7%

40 %

0 %

100 %

98.5%

79.08%

35 %

75. %

60 %

0 %

100 %
81 %

81 %

30 %

68.8%

60%

2%

100 %

98.6%

79.4%

35,2 %

75.02 %

100 %

0 %

100 %

95 %

81,5 %

30,5 %

70%

70%

3%

100 %

98.6%

80.4%

35,3

75,03

100 %

0

100%

2. Pembinaan Tempat-Tempat Umum (TTU)
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan TTU sehingga TTU yang ada semua memenuhi syarat kesehatan. TTU yang diperiksa berupa : rumah sakit, sarana ibadah, pasar, salon, kolam renang, hotel, rumah makan, restoran, terminal stasiun, salon, SPA, serta sarana pendidikan. Sasaran kegiatan ini adalah Tempat-Tempat Umum di Kota Bogor. Pelaksana adalah tenaga Puskesmas se-wilayah Kota Bogor. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas Tempat tempat umum adalah :
a. Pemeriksaan sampel kualitas rumah sakit dan Puskesmas
Tujuan untuk mengetahui kualitas lingkungan rumah sakit dan Puskesmas di Kota Bogor dengan hasil pemantauan kualitas lingkungan RS sebagai berikut :
– Hasil pemeriksaan makanan RS 50% tidak memenuhi syarat
– Hasil pemeriksaan rectal swab karyawan 50 % positif mengandung kuman colli dan 12,5% positif mengandung kuman salmonela
– Alat dapur 40% mengandung kuman Colly
– Air 100% memenuhi syarat
– Kualitas udara, kebisingan 100 % memenuhi syarat
Dari data tersebut perlu pengawasan dan pemeriksaan kesehatan karyawan khususnya yang langsung menjamah makanan. Karyawan yang positif salmonela dan colly dalam jumlah yang besar disarankan untuk dirotasi. Pencucian alat juga perlu ditingkatkan terutama alat makan yang berasal dari pasien yang infeksius harus dipisah.
b. Sosialisasi pasar sehat
Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kepedulian untuk membangun komitmen serta berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan program pasar sehat.

3. Sosialisasi Kantin Sehat di SMP, SMA, dan Pondok Pesantren
Tujuannya adalah meningkatnya mutu makanan di sekolah/pesantren, dengan tujuan khusus meningkatnya pengetahuan pengelola kantin sekolah/pesantren tentang hygiene sanitasi makanan kantin sekolah/pesantren dapat memproduksi makanan yang aman, sehat, dan bergizi

4. Sosialisasi Hygiene Sanitasi Salon dan Barber Shop
Tujuannya adalah pekerja salon dapat sehat dan produktif, masyarakat pengguna salon terjamin kesehatannya dengan tujuan khusus nya adalah :
1. Pengelola dan penanggung jawab salon dan barbershop memahami tentang teknis higiene sanitasi salon dan babershop yang memenuhi syarat
2. Pengelola dan penanggung jawab salon dan barbershop memahami tentang kesehatan kerja
3. Pengelola dan penanggung jawab salon dan barbershop memahami tentang penyakit penyakit yang bisa berisiko ditularkan di salon atau barbershop
4. Pengelola dan penanggung jawab salon memahami kosmetik dan bahan berbahaya lainnya

Data Capaian Program Peningkatan Sanitasi Dasar di TTU
No. Indikator kinerja 2015 2016 2017
Target Capaian Target Capaian Target Capaian
1

2

3

4 Prosentase RS dan puskesmas dengan RTH
Prosentase puskesmas dengan sanitasi layak
Prosentase industri dengan sanitasi layak
Prosentase pest control yang memenuhi syarat

89 %

25 %

25 %

55 % 50 %

20.8 %

55 %

33.3 % 40 %

30 %

30 %

60 %

60 %

37.5 %

60 %

60 % 40 %

30 %

30 %

60 %
65%

63 %

70 %

70 %

5. Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
Kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan dan pengawasan TPM agar memenuhi syarat kesehatan. Sasaran kegiatan ini adalah Tempat Pengelolaan Makanan di Kota Bogor. Target TPM yang laik sehat 50 %. Hasil pengawasan TPM di kota Bogor sebagai berikut :
Data hasil Inspeksi Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan Tahun 2017
No. Jumlah Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
1 Jumlah TPM yg ada 7250 7250 7250
2 Jumlah TPM yg diperiksa 4120 (56.85%) 4120 (56.85%) 4854
3 Jumlah TPM yg memenuhi syarat 3130 (75.97%) 3130 (75.97%) 3740.

Sumber Advertorial Dinkes
Comments
Loading...