Kisah Makam ‘Istri’ Prabu Siliwangi di Kebun Raya

0 11.487

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Ada perbedaan yang fundamental dari suatu fakta sejarah yang muncul dari sebuah penelitian ilmiah yang panjang dan sistematis dan didukung oleh data-data serta temuan yang empiris dengan legenda sejarah yang kendati dipercayai oleh kebanyakan orang, ia tetaplah sebuah ‘non-fakta, karena tidak didukung oleh bukti-bukti ilmiah atau literatur penelitian yang kuat.

Makam di areal Kebun Raya adalah salah satu situs makam yang mengundang banyak perdebatan di antara pemerhati sejarah hingga rakyat biasa yang memiiliki ketertarikan terhadap makam-makam yang berderet di sisi utara Kebun Raya Bogor tersebut. Satu hal yang pasti, masyarakat Bogor pada umumnya mengenal makam-makam tersebut sebagai makam dari para ‘petinggi’ Kerajaan Padjadjaran.

Masyarakat banyak mempercayai bahwa makam yang berjumlah tiga buah tersebut adalah makam dari Ratu Galuh yang merupakan istri dari Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, makam Mbah Jepra, dan makam Mbah Baul. Mbah Jepra diyakini sebagai Panglima perang Prabu Siliwangi dan Mbah Baul diyakini sebagai senopatinya.

Karena keyakinan masyarakat akan kentalnya hubungan antara makam dengan Kerajaan Padjadjaran, maka tidak mengherankan jika banyak orang yang mengkeramatkan makam-makam tersebut. Hingga kini, banyak peziarah yang rela bersemedi atau berdoa di areal makam dengan tujuannya masing-masing. Ada yang mengharapkan kekayaan, cepat mendapat jodoh, hingga naik pangkat. Konon, banyak juga pejabat yang berziarah di makam itu untuk mencari wangsit untuk melanggengkan kekuasaannya atau bahkan mengincar kekuasaan yang lebih tinggi.

Foto : Istimewa. Makam Ratu Galuh yang diberi hiasan mahkota.

Makam-makam di Kebun Raya itu sesungguhnya ditemukan oleh seseorang bernama H. Rahman pada tahun 1946, yang setelah penemuannya, makam-makam tersebut mulai dirawat hingga kini. Konon, menurut cerita yang beredar di kalangan yang akrab dengan keberadaan makam itu, ada sebuah akses dalam bentuk terowongan di dekat makam yang jika dimasuki bisa menembus ke Istana Bogor.

Cerita yang beredar juga mengungkap banyaknya kejadian-kejadian aneh di sekitar makam, seperti penampakan macan putih yang besar yang diyakini sebagai penjaga makam keramat tersebut. Tidak sedikit pula yang menceritakan peristiwa-peristiwa aneh yang berlangsung selama ini, termasuk beberapa peristiwa kesurupan yang menimpa orang-orang yang mungkin berada di situ dengan niat yang kurang baik.

Mengenai sosok Ratu Galuh juga masih menyimpan banyak pertanyaan. Faktanya, di atas pusara yang diduga makam Ratu Galuh tersebut terdapat sebuah replika emas yang terbuat dari semen. Kehadiran mahkota menujukkan jika makam itu memang memiliki status kepemimpinan pada masanya. Tidak diketahui pula apakah replika emas itu memang sudah ada saat ditemukan atau sengaja dibuat setelah makam itu ditemukan. Mungkin suatu saat akan ada orang yang mampu mengungkapnya melalui kajian yang ilmiah.

Fakta atau mitos, kita harus mengakui bahwa diyakininya makam-makam di Kebun Raya itu sebagai makam dari para petinggi Kerajaan Padjadjaran menciptakan hawa sejarah yang pada akhirnya mendorong banyak orang untuk mengunjunginya. Bagi kita orang Bogor adalah sudah menjadi kewajiban untuk tetap menjaga dan melestarikannya, terlepas dari segala kontroversi yang mengelilingi keberadaannya.

 

(Dudi Irawan)

Comments
Loading...