Heibogor.com
100% Berita Bogor

Yayasan Al Kamaliah dan Mata Hati Brainking Plus Adakan Seminar Pengenalan Pubertas Remaja ABK

0 94

Heibogor.com – Yayasan Al Kamaliah dan Mata Hati Brainking Plus akan menyelenggarakan seminar dengan tema Pengenalan Pubertas pada Remaja ABK: Dalam Perspektif Agama dan Perkembangan Secara Psikologis, Sabtu (09/12/17) di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota, Kota Bogor.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 17:00 WIB sore itu membahas mengenai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terasa akrab di telinga, tetapi pemahaman terhadap istilah ini belum cukup memadai. Padahal semakin hari jumlah mereka semakin bertambah, dengan jenis dan karakteristik yang beragam, dari yang memang jelas terlihat berbeda hingga yang terlihat biasa saja tetapi ternyata masuk dalam kategori ABK.

ABK adalah anak dengan karakterisitik khusus yang karena kondisinya, baik fisik dan atau mental, memerlukan penanganan khusus yang berbeda daripada anak pada umumnya, tanpa selalu menunjukkan ketidakmampuan secara mental, emosi, atau fisik. Karena karakteristik dan hambatan tertentu ini, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus sesuai dengan kemampuan dan potensi mereka.

Di dalam pasal 32 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan bahwa pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Pasal 129 ayat (3) PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan pendidikan menetapkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus terdiri atas beberapa keterbatasan di antaranya; Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Grahita, Tuna Daksa, Tuna Laras, Berkesulitan Belajar, Lamban Belajar, Autis, Gangguan Motorik, CIBI (Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa), dan Korban NAZA (Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif).

Pendampingan yang tepat sangat dibutuhkan oleh ABK agar dapat berkembang sesuai dengan potensinya.

“Untuk itu kita bisa mulai belajar dari sekarang mengenali keberagaman ABK, memahami dan menyadari bahwa ABK hadir di tengah-tengah kita,” ujar Ketua Panitia, Aristinawati Kamalia dalam siaran pers yang diterima heibogor.com, Kamis (07/12/17).

Permasalahan ABK secara umum adalah
1. Minimnya pengetahuan orangtua dan sikap orangtua yang tidak menerima /menyangkal keberadaan anaknya yang berkebutuhan khusus
2. Lingkungan yang belum menerima
3. Kurikulum pendidikan yang terbatas
4. Kurangnya kepedulian masyarakat
5. Pengucilan dan bullying
6. Tidak semua sekolah siap menerima
7. Pemerintah belum proaktif
8. Sulitnya kesempatan kerja
9. Dan sebagainya.

“Dengan dilatarbelakangi berbagai permasalahan di atas, maka kami Yayasan Al Kamaliah (khusus ABK Duafa) terpanggil untuk ikut peduli melalui kegiatan ini,” katanya.

Tujuan seminar ini, sambungnya, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh stakeholders terutama pihak-pihak terkait untuk menciptakan lingkungan inklusif dan kesempatan berkembang yang memadai bagi individu penyandang ABK sesuai dengan potensinya. Kemudian, menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan pemahaman yang tepat dan benar tentang ABK bagi seluruh lapisan masyarakat/stakeholders.

“Dan menuju Kota Bogor dan sekitarnya menjadi Kota Ramah ABK,” tutup wanita yang juga menjabat Ketua Yayasan Al Kamaliah itu.

Comments
Loading...