Heibogor.com
100% Berita Bogor

Dessy Vitasari, PR Hotel Harus Jadi Tombak Informasi dan Sosialisasi

0 151

Heibogor.com – Cuaca Bogor cukup mendung, Selasa (21/11/17) sore. Wajar saja, akhir-akhir ini hujan deras sering mengguyur Kota Hujan ini.

Di sanalah kami bertemu dan berbincang dengan Public Relation (PR) Bogor Valley Hotel, Dessy Vitasari. Di sela-sela kesibukan kerja, Dessy, begitu ia biasa disapa, berbagi cerita seputar pengalamannya selama berkarier di dunia perhotelan.

Dessy mulai terjun ke dunia perhotelan sejak tahun 2008 sebagai cook helper di Aston Marina (training) kemudian tahun 2012 ke The Highland Park Resort sebagai waitress selama 1 tahun dan kemudian tahun 2013 sebagai reception/front desk agent di tempat yang sama. Kemudian Desember tahun 2013 sebagai front desk & reservasi di Padjadjaran Suites Resort BNR sampai Juni 2015. Juni 2015 hingga Juni 2016 sebagai front desk Arnava Hotel kemudian Juni 2016 sampai Agustus 2017 sebagai PR Arnava dan sekarang menjadi PR Bogor Valley Hotel (rebranding Arnava Bogor Hotel).

Sebagai PR, Dessy bertanggung jawab sebagai representasi hotel. Ia banyak belajar dari segala arah. Baginya, penting memikirkan strategi untuk membentuk citra hotel di hadapan khalayak umum. Selain itu, Dessy juga menjadi ujung tombak yang memperkenalkan hotel dan segala fasilitas yang ditawarkan kepada dunia luar.

“Kita memberikan image hotel yang baik, melalui berita di media massa. Kita juga menjadi ujung tombak yang memberikan visi dan misi hotel ini kepada umum. Memperkenalkan Bogor Valley itu dari mana dan hotelnya seperti apa. Kita harus bisa menyampaikan ini di luar,” bebernya.

Sebagai seorang PR, Dessy dituntut untuk mengikuti perkembangan informasi mulai dari sosial, ekonomi, politik, hingga budaya. Tidak hanya itu, informasi mengenai restoran baru, hotel, atau tempat wisata juga sangat penting. Selain mengantisipasi jika ada tamu yang bertanya, informasi semacam itu juga berguna bagi pihak manajemen hotel.

Seorang PR juga, kata dia, harus memiliki keterampilan menulis. Tentu saja, PR juga harus membuat rilis yang diberikan kepada media dan membuat materi untuk website hotel. Ia mengaku banyak belajar dari wartawan mengenai cara menulis yang baik.

“Memang harus bisa menulis. Kalau saya, background bukan dari PR. Saya dari SMIP Windian Nugraha. Saya memang latihan, tanya sama teman-teman wartawan juga, bagaimana menulis yang bagus dan tepat, tentunya saya juga harus banyak belajar,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain terampil menulis, PR juga harus menguasai bahasa, khususnya Indonesia dan Inggris. Penguasaan bahasa asing lainnya akan menjadi nilai plus bagi seorang PR. Dia menambahkan, untuk sukses menekuni profesi ini, Anda tidak perlu membatasi diri ke dalam pemikiran yang dapat menghambat kemajuan karier. Jika terkendala dengan rasa kurang percaya diri misalnya, Anda harus mencoba berani dan menghilangkan perasaan itu. Paham dan akrab dengan teknologi terbaru juga akan memudahkan Anda melakukan pekerjaan sehari-hari jika terjun di bidang ini.

Hal terpenting yang perlu dimiliki seorang PR adalah kemauan bersosialisasi. Melalui kemampuan inilah seorang PR bisa membuat jaringan baru dan menjaga kerja sama yang telah terjalin.

“Yang paling penting adalah kemampuan bersosialisasi. Bagaimana caranya bikin koneksi, lalu jalin relationship. Kita harus menjalin kerja sama yang sudah kita jalin dengan media, perusahaan, dan semua pihak yang berhubungan dengan kelangsungan hotel,” tandasnya.

Comments
Loading...