Heibogor.com
100% Berita Bogor

Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda Jadi Sorotan

0 140

Heibogor.com – Eksistensi pemuda dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tak sekedar diukur melalui pelatihan formal, pagelaran budaya yang melibatkan kaula muda dan sejumlah kegiatan fomal lainya. Namun, perhatian pemerintah lebih kepada bentuk pengejawantahan konstitusi.

Adalah sebuah keputusan yang tepat inisiatif DPRD Kota Bogor merancang sebuah Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelayanan Kepemudaan Kota Bogor. Seperti dibeberapa daerah lain, kini sudah banyak yang memiliki Perda yang mengatur secara lex specialis persoalan kepemudaan.

Pada pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Bogor terkait Raperda Pelayanan Kepemudaan yang merupakan usul Prakarsa DPRD tersebut, pada Rapat Paripurna dipimpian Ketua DPRD Kota Bogor, H.Untung W Maryono, SE. AK. Rabu, 25 Oktober 2017 lalu, menyebutkan bahwa Raperda tentang Pelayanan Kepemudaan ini sangatlah penting, tidak hanya bagi pemberdayaan pemuda melainkan bagi upaya peningkatan indeks pembangunan manusia di Kota Bogor. Sebab bagaimanapun, tujuan mulia pembangunan haruslah bermuara pada pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas pembangunan Kota Bogor.

Lebih jauh pemandangan umum fraksi-fraksi tersebut menjelaskan bahwa, Pemuda harus diposisikan sebagai bagian penting dari penggerak untuk peningkatan pembangunan manusia. Dalam banyak riset telah disebutkan secara eksplisit bahwa sebesar apapun upaya pemerintah untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia tetaplah akan terkendala, jika masyarakatnya termasuk pemuda tidak mendukung cita-cita dan semangat baik pemerintah.

Sementara itu, Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Kota Bogor, Faisal Alatas. S.SI., Apt. menanggapi pemandangan umum Fraksi-fraksi menyebutkan bahwa fihaknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pemandangan umum yang diberikan oleh fraksi-fraksi terhadap Raperda Usul Prakarsa tentang Pelayanan Kepemudaan. Hal ini akan menjadi bagian dari dokumen dan masukn berharga bagi penyempurnaan Raperda Usul Prakarsa tentang Pelayanan Kepemudaan ini, paparnya.

Penyususnan Raperda ini, sambung Faisal, bertujuan untuk mewujudkan pemuda yang berkepribadian, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, cerdas, inovatif, kratif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebanggaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indoneia.
Menurut Faisal, judul Raperda ini adalah Pelayanan Kepemudaan, hal ini disesuaikan dengan Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yaitu Pemerintah Daerah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan nasional dan menetapkan kebijakan sesuai kewenangannya serta mengkoordinasikan pelayanan kepemudaan. Begitu pula dengan dicantumkannya usia pemuda dalam raperda yaitu 16 sampai dengan 30 tahun, hal ini sesuai dengan Undang-Undang No 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Menanggapi pemandangan umum Fraksi-Fraksi terkait dengan bunyi Pasal 28 ayat (3) Raperda ini, yaitu “Organisasi Kepemudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk berdasarkan kesamaan asas, agama, ideologi, minat dan bakat, atau kepentingan yang tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan,” Pasal tersebut sesuai dengan Pasal 20 Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Lebih jauh Faisal menyebutkan bahwa, pengaturan pendanaan pelayanan kepemudaan tercantum pada Pasal 27 Raperda ini, yaitu pendanaan pelayanan kepemudaan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Daerah, Organisasi Kepemudaan, dunia usaha dan masyarakat. Menurut Faisal, sumber pendanaan kepemudaan diperoleh dari : Iuran anggota, APBN, APBD Provinsi, APBD, Organisasi Kepemudaan, Sumbangan dari dunia usaha dan masyarakat yang tidak mengikat serta sumber lainnya yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, ungkap politisi Partai Hanura ini.

Menurut Faisal Alatas, pemuda Kota Bogor mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan dan informasi tentang kepemudaan yang berkaitan dengan berbagai hal, seperti potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualitas dan cita-cita pemuda. Selain itu, pemuda Kota Bogor merupakan warga Negara yang diberikan hak yang sama dan tidak ada perbedaan diantara pemuda-pemuda Kota Bogor. Oleh Karena itu mempunyai hak untuk berkontribusi dalam memajukan Kota Bogor sesuai dengan kreatif dan inonatifnya untuk membangun Kota Bogor. Selain itu, Walikota menetapkan rencana strategis yang memuat pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. Dalam upaya pengembangan pemuda, pemerintah daerah wajib memberikan beasiswa pendidikan kepemimpinan pemuda. Hal inilah salah satu pertimbangan untuk diterbitkannya Peraturan daerah tentang Pelayanan Kepemudaan Kota Bogor.

Raperda tentang Pelayanan Kepemudaan ini, tambah Faisal Alatas, memiliki arah tujuan strategis, terutama tugas pemerintah memberikan penyadaran kepada pemuda dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertanyaannya kenapa harus ada perda pemuda? Pasalnya, sejauh ini belum ada aturan yang mengikat arah tujuan kepemudaan. Bahkan, eksistensi pemuda lebih banyak mengandalkan inovasi lingkungan, ujar Faisal Alatas.

Menurut Politisi Partai Hanura ini, terkait Raperda yang sedang dibahas DPRD Kota Bogor saat ini, lebih menguatkan lagi peran kepemudaan. Menyoal dasar hukum Raperda tentang Pelayanan Kepemudaan Kota Bogor mengacu kepada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda, serta Penyediaan Prasarana dan Sarana Kepemudaan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2013 tentang Susunan Organisasi, Personalia, dan Mekanisme Kerja Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda, dan sejumlah perturan perundang-undangan lainnya, ungkap Faisal Alatas.

Sumber Advertorial DPRD
Comments
Loading...