Dinsos Gelar Pelatihan Bantu Kembangkan Potensi Kaum Minoritas

0 542

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Keberadaan kaum minoritas belakangan ini selalu menjadi sorotan masyarakat, karena stigma negatif yang selama ini melekat. Hal itu membuat Dinas Sosial (Dinsos) mencoba untuk merangkul keberadaan kaum ini dengan menggelar rehabilitasi sosial dan pelatihan bagi kaum minoritas untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Dinsos mencoba untuk merangkul keberadaan kaum minoritas dengan menggelar rehabilitasi sosial dan pelatihan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Kepala Dinsos, Roy Khaerudin mengatakan, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh peserta dari Warga Binaan Kampung Belajar Ciomas yang keseluruhannya adalah kaum waria (wanita pria).

Dinsos mencoba untuk merangkul keberadaan kaum minoritas dengan menggelar rehabilitasi sosial dan pelatihan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Kegiatan ini lebih diarahkan kepada kemandirian para kaum minoritas agar mereka mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya seperti di bidang tata rias atau salon,” kata Roy kepada heibogor.com, Rabu (18/10/17).

Dinsos mencoba untuk merangkul keberadaan kaum minoritas dengan menggelar rehabilitasi sosial dan pelatihan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Roy menuturkan, hingga saat ini jumlah kaum minoritas di Kabupaten Bogor kurang lebih mencapai 324 orang.

Dinsos mencoba untuk merangkul keberadaan kaum minoritas dengan menggelar rehabilitasi sosial dan pelatihan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Untuk saat ini memang masih sedikit yang berminat untuk ikut kegiatan ini. Namun, kami berharap ke depannya jumlah peserta bisa bertambah, dan jenis pelatihannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang mereka miliki,” tuturnya.

Dinsos mencoba untuk merangkul keberadaan kaum minoritas dengan menggelar rehabilitasi sosial dan pelatihan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Sementara itu, Kasie Ops Satpol PP Kabupaten Bogor, Suprayudi yang turut hadir memberikan penyuluhan dalam kegiatan itu menyatakan, Satpol PP menginstruksikan kepada kaum minoritas untuk membuat identitas khusus komunitas sebagai upaya menghindari salah tangkap pada saat instansinya sedang melakukan penertiban.

Dinsos mencoba untuk merangkul keberadaan kaum minoritas dengan menggelar rehabilitasi sosial dan pelatihan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Mereka (kaum minoritas, red) ini harus memiliki ID card khusus sebagai payung hukum mereka. Jadi, pada saat kami menggelar operasi suatu saat nanti, mereka cukup menunjukkan identitas komunitas kepada petugas. Selain tentunya ada yang bertanggung jawab terhadap kaum ini, karena para waria yang mengikuti pelatihan ini semuanya bekerja di salon-salon kecantikan, bukan yang menjajakan diri di jalan-jalan atau pun warung remang-remang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan