Bogor Historia Jelajah Situs Pasir Kaca Temukan Makam Berbentuk Panggung

0 115

Heibogor.com – Sebuah ekspedisi tidak harus dilakukan pada tempat yang jauh maupun belum terjamah. Ekspedisi bisa juga dilakukan ke tempat yang memang telah dieksplorasi sebelumnya untuk dapat menemukan berbagai fakta baru. Komunitas Bogor Historia (Bohis) melakukan hal tersebut dengan Ekspedisi Pasir Kaca.

Sekretaris Bohis, Eko Hadi menuturkan pada perjalanan tersebut tempat yang akan dituju Tim Bohis hanya mendapatkan temuan yang biasa saja. Dalam artian tempat yang diduga Pasir Kaca hanya ditemukan beberapa bekas ritual seperti dupa, telur, dan minyak yang tidak dibersihkan kembali.

Komunitas Bogor Historia (Bohis) melakukan Ekspedisi Pasir Kaca.

“Hanya temuan biasa saja, kalau wilayah kurang begitu paham,” kata Eko, Kamis (12/09/17).

Soal lokasi yang dikunjungi, Eko yang juga seorang jurnalis hanya menelusuri beberapa daerah yang menjadi area ekspedisi.

Komunitas Bogor Historia (Bohis) melakukan Ekspedisi Pasir Kaca.

“Yang saya ingat Pasir Manggis, Calobak. Situs yang disebut sebagai Pasir Kaca dan Calobak sebenarnya bentuknya sama dengan Cibalay. Sifat dan fungsi diduga sama, lokasi yang mirip makam itu diperkirakan panggung setinggi 30 cm yang di tengahnya ada batu pipih,” terang Eko.

Sedangkan Ketua Tim Ekspedisi Iman Abdurahman menjelaskan, perjalanan yang dilakukan juga sempat menelusuri Sungai Ciapus Kecil di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, karena masih dalam area Situs Pasir Kaca.

Komunitas Bogor Historia (Bohis) melakukan Ekspedisi Pasir Kaca.

“Kita ke lokasi area Pasir Kaca sambil bebersih, dan ritual bekas perlengkapan ritual juga sampah juga kita bersihkan,” jelas Iman yang juga wartawan senior tersebut.

Rencananya, ekpedisi akan dilanjutkan tahap 2 dengan lokasi yang sama yaitu di area kawasan Gunung Salak.

Komunitas Bogor Historia (Bohis) melakukan Ekspedisi Pasir Kaca.

“Untuk area kita masih dalam tahap pembahasan, kemungkinan jika tim sudah menentukan dalam pembahasan teknis nanti kita akan buka untuk umum juga,” tuturnya.

Namun, Iman juga berpesan jika ke depan Bohis membuka ekspedisi untuk umum. Berbagai syarat pun harus dipenuhi oleh peserta tim, di antaranya fisik yang prima serta mental yang siap.

“Ya, di alam bebas kita harus siap karena wilayah yang didatangi cukup lumayan menantang,” tandas Jurnalis MGS TV tersebut.

Ekpedisi Pasir Kaca yang dilakukan Bohis diikuti oleh sembilan orang di antaranya adalah Iman Abdurahman, Eko Hadi, Resha Z Bunai, Handy Purnama Mehonk, Adit, Robby Firliandoko, Rangga, M. Andi Ridwan, serta Rachmat Angga Syahputra.

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Comments

Loading...