Heibogor.com
100% Berita Bogor

Ngopi Kini Menjadi Gaya Hidup Sosial

0 195

Heibogor.com – Kopi tidak sebatas berfungsi sebagai penghilang kantuk atau teman bergadang nonton bola, namun telah berubah menjadi kode simbolik sebagian kalangan untuk mengaktualisasikan keberadaan mereka dalam kelompok sosial.

Sebagai orang Indonesia, tentu kita mengenal berbagai macam jenis kopi mulai dari Kopi Gayo, Kopi Lampung, Kopi Jawa, Kopi Toraja, sampai Kopi Luwak.

Berbagai jenis kopi ini bukanlah kopi sachet seperti yang sering kita lihat sejumlah warung atau toko, melainkan berbagai jenis kopi yang konon tumbuh di pedalaman Indonesia. Maka tidak heran jika banyak orang yang mengidentikkan kopi Indonesia dengan banyak jenisnya tersebut menjadi satu cita rasa yang sama.

Ketika kini kita melihat kedai-kedai kopi bertebaran di sejumlah tempat, kopi nampak menjadi kisah tersendiri untuk sebagian orang.

“Ngobrol di kafe atau gerai kopi tentu lebih nyaman dibanding tempat lain. Kita bisa diskusi apa saja di tempat tersebut,” kata seorang penikmat kopi, Nursamsi saat berbincang dengan heibogor.com, Senin (02/10/17). Apalagi, Minggu (01/10/17) diperingati sebagai Hari Kopi Internasional.

Samsi melihat, saat ini memang menjamurnya kedai-kedai kopi tersebut menjadi bagian dari gaya hidup dan mode tersendiri sebagian kalangan. Kedai-kedai kopi yang berlokasi di mal-mal dan pusat perbelanjaan tersebut menjadi tempat dan lokasi meluangkan waktu yang tersisa dari rutinitas padat sebagian orang dan berkembang menjadi bentuk sarana aktualisasi sosial.

“Secangkir kopi kemudian menjadi perangkat simbol yang sangat luar biasa karena telah berubah menjadi sebagai kode simbolik yang digunakan sebagian kalangan penikmatnya untuk mengaktualisasikan keberadaan mereka dalam kelompok sosial,” imbuhnya.

Kopi.

Dari sekian banyak jenis varian biji kopi yang tersedia, kata Samsi, terdapat dua varian biji kopi yang paling umum untuk dinikmati di dalam sajian kopi kita sehari-hari. Kedua varian tersebut adalah biji kopi arabika dan robusta.

Arabika dan robusta memiliki perbedaan yang signifikan dari segi rasa, kondisi penanaman, hingga harga jual. Kopi dari biji arabica biasanya terasa lebih manis, lebih lembut, dengan cita rasa buah kopi yang lebih kental.

“Tingkat keasaman dari kopi arabica pun juga cenderung lebih tinggi. Ditambah dengan sedikit rasa winey, rasa asam dalam kopi arabica dapat terasa lebih sempurna,” paparnya.

Di sisi lain, kopi dari biji robusta memiliki rasa yang lebih kuat, lebih kasar, dengan meninggalkan cita rasa buah kacang setelah Anda meminumnya.

“Biji robusta juga membawa kandungan kafein dua kali lebih tinggi dibanding biji arabika. Karenanya, biasanya biji robusta dianggap tidak lebih baik daripada biji arabica,” imbuhnya.

Meskipun begitu, beberapa biji robusta juga memiliki kualitas dan nilai yang tinggi. Biji robusta yang baik biasanya cocok untuk digunakan bagi kopi espresso yang memiliki cita rasa yang kuat.

Comments
Loading...