Dishub Tolak Rencana Pembatasan Motor di Jalan Pajajaran

0 168

Heibogor.com – Rencana pembatasan penggunaan sepeda motor di delapan ruas jalan seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang digulirkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) ditolak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

Kepala Seksi (Kasie) Rekayasa Lalu Lintas pada Dishub Kota Bogor, Fredi Kurniawan menyebut, setidaknya ada enam alasan ditolaknya kebijakan yang telah dikeluarkan BPTJ selain pembatasan penggunaan sepeda motor itu belum menjadi skala prioritas.

Ia menerangkan, keenam faktor tersebut meliputi kondisi infrastruktur jalan, pola pergerakan pengendara sepeda motor, prasyarat ketersedian pelayanan angkutan umum, belum tersedianya fasilitas park and ride, aspek keselamatan dan kecelakaan lalu lintas, serta dampak pembatasan motor.

“Kalau Jalan Pajajaran diterapkan pembatasan motor, maka pendendara motor harus mencari jalur alternatif. Sementara jalan alternatif yang ada di Kota Bogor ini masih sangat terbatas. Hal ini tentu akan membuat pengendara motor kesulitan atau malah makin jauh jarak tempuh ke tujuannya. Ini lain halnya dengan Jakarta yang memang memiliki banyak jalan tikus atau jalur alternatif,”  jelas Fredi, Sabtu (12/08/17).

Begitu pun halnya dengan pola pergerakan pengendara motor di Kota Bogor, ia menuturkan bahwa pada umumnya pola perjalanan setiap pengendara motor di Kota Bogor hanya berada di sekitar dalam kota saja. Meskipun ada yang melakukan perjalanan antar kota, kata dia, Jalan Pajajaran hanya menjadi jalur perlintasan saja misal dari Jakarta yang akan menuju ke Ciawi atau Sukabumi.

“Pembatasan penggunaan sepeda motor di Kota Bogor juga tidak bisa dilakukan kalau penataan angkutan umumnya belum selesai dilaksanakan, karena angkot sebagai moda alternatif saat ini masih dalam proses penataan,” tuturnya.

Seperti diketahui, belum lama ini BPTJ telah mengeluarkan rencana pembatasan penggunaan sepeda di delapan ruas jalan utama di Jabodetabek. Ke delapan jalan itu antara lain Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan H.R. Rasuna Said (Jakarta), Jalan Jenderal Sudirman (Tangerang), Jalan IR. H. Juanda dan Jalan Raya Serpong (Tangerang Selatan), Jalan Padjadjaran (Bogor), Jalan Raya Margonda (Depok), dan Jalan Jenderal Ahmad Yani (Bekasi).

BPTJ pun telah mengundang jajaran dari Dishub wilayah-wilayah itu untuk bergabung dalam Focus Group Discussion (FGD) pengendalian pembatasan sepeda motor di Jabodetabek. Kepala BPTJ Bambang Prihartono juga meminta Kepala Dishub dari wilayah yang terkena rencana itu bisa segera mempersiapkan kebijakannya.

 

(Putri Aysha)

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Comments

Loading...