Heibogor.com
100% Berita Bogor

Ruang Aman Bagi Anak Semakin Terbatas

0 232

Heibogor.com – Kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak saat ini jumlahnya cenderung meningkat. Pada tahun 2013 tercatat ada 272 ribu lebih kasus dan naik sebesar 21 ribu menjadi 293 ribu kasus di tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2015 lalu, tercatat ada 321 ribu kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TIM Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat Netty Heryawan dalam acara Peluncuran Rumah Aman Nyaman yang dilakukan sekaligus bersama peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke 44 tingkat Kota Bogor di Hotel Bogor Icon, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Kamis (12/05/16).

Netty mengatakan, saat ini di Jawa Barat ruang aman bagi anak-anak semakin terbatas dengan fakta bahwa 63 persen pelaku kekerasan adalah anggota keluarga. Padahal keluarga adalah institusi terkecil yang seharusnya menjadi benteng bagi anak-anak dari berbagai serangan dan kesalahan pengasuhan di era modern seperti saat ini.

Ia juga menyebutkan bahwa fenomena peralihan pengasuhan yang ada saat ini sangat luar biasa, karena secara tidak sadar para orang tua telah menitipkan anak-anaknya pada media.

”Era kemajuan teknologi seharusnya dibarengi dengan pengawasan dan regulasi dari orang tua karena pengabaian dapat mengakibatkan peralihan pengasuhan,” pungkasnya.

Netty juga melihat saat ini ada tiga tipe orang tua dalam hal mengasuh anak, yaitu orang tua sadar yang mau belajar, orang tua bayar yang mengukur kesuksesan dengan materi, dan terakhir adalah orang tua nyasar yang tidak tahu cara mengasuh dan merawat anak serta keluarga.

“Orang tua yang tidak tahu cara merawat serta mengasuh anak dan keluarga biasanya adalah mereka yang menikah terlalu dini dan sebelum waktunya,” ujar Netty.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menanamkan sense of belonging agar mereka peduli terhadap anak-anak serta dapat menjadi benteng yang memberikan perlindungan bagi anak-anak.

Sementara itu psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH) Elly Risman mengungkapkan, saat ini tengah terjadi banyak kegentingan di negeri ini.

“Kita harus melawan rasa abai karena kita lupa bagaimana caranya membesarkan generasi platinum, padahal saat ini keluarga kita sedang dalam serangan,” tuturnya.

Aktivis anti pornografi ini kemudian mengingatkan, bahwa selama seorang anak diberikan akses untuk menggunakan gadget, maka dia akan memiliki risiko untuk terpapar pornografi.

“Sebagai orang tua, kita tidak boleh mengabaikan hal ini dan harus memikirkan bagaimana cara mencegahnya,” tegas Elly.

 

Comments
Loading...