Tewas Mengenaskan, Namanya Diabadikan Menjadi Lanud

0 600

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kita sebagai orang Bogor tentunya sudah hafal dengan pelosok-pelosok kota termasuk nama-nama daerah yang sering kita lalui. Ada beberapa daerah di Bogor yang ngetop karena memiliki ciri khas atau diidentikan dengan sesuatu, misalnya makanan, jembatan, atau lokasi dari sebuah tempat yang kramat atau unik.

Misalnya Suryakencana identik dengan Soto kuningnya, Rancamaya dengan durennya, dan ada satu daerah di Bogor Barat yang identik dengan lapangan udara milik Angkatan Udara Republik Indonesia yaitu Semplak dengan Lanud Atang Senjaya-nya.

Mungkin tidak banyak orang yang pernah mempertanyakan dari mana nama ‘Atang Senjaya’ berasal, mungkin yang ada dalam benak kebanyakan orang, Atang Senjaya adalah nama seorang pahlawan perang kemerdekaan atau mungkin juga komandan pertama lanud yang terletak di Bogor Barat warisan Belanda tersebut.

Atang Senjaya sesungguhnya diambil dari nama prajurit TNI-AU yang terlibat dalam perakitan Helikopter Mi-6 buatan Rusia berpangkat Kapten yang tewas bukan akibat dari sebuah pertempuran, melainkan wafat disaat melaksanakan tugas merakit Helikopter legendaris Rusia tersebut.

Sekitar tahun 1962, negara-negara tetangga belum ada yang mengoperasikan pesawat supersonic seperti Mig-21. Selain itu, AURI pada masa itu juga mengoperasikan jenis helikopter terbesar di dunia buatan Soviet, Mi-6.

Begitu besarnya helikopter ini, sehingga ketika diangkut lewat darat setelah diturunkan di Tanjung Priok dengan memakai truk khusus menuju Halim untuk dirakit, sirip tegak ekornya tersangkut pada kabel bertegangan tinggi. Mayor (Tek) Atang Sandjaja, yang kebetulan memegang body helikopter tersengat arisan listrik bertegangan tinggi.

Pemuda kelahiran Bandung ini pun tewas seketika. Sebelumnya, Atang Sandjaja terlibat dalam penyiapan perakitan berbagai pesawat helikopter termasuk helikopter Mi-6.  Atang Sandjaja dimakamkan di TMP Kalibata dengan pangkat Letkol (Anumerta).

Untuk mengenangnya, namanya kemudian diabadikan sebagai nama lapangan udara menggantikan Lanud Semplak di Bogor. Landasan pacunya berukuran 1,4 kilometer dan kini menjadi markas bagi Skadron Udara 6, yang dikenal dengan armada Helikopter Puma dan Super Puma.

Skadron (TNI-AU memang pakai sebutan skadron, bukan skuadron) yang bermarkas di sini adalah Wing Operasi 004 Helikopter, Skadron 7, Skadron 8, dan Skatek 024. Selain berurusan dengan helikopter dan pesawat, Pangkalan TNI-AU Atang Senjaya juga berurusan dengan pendidikan.

Karena itu pula di sini terdapat Skadik (Skadron Pendidikan) 501 (intelejen udara, yang dulu bernama Skadik 007) dan Skadik 503 (Paskhas TNI-AU). Juga di kompleks ini terdapat Rumah Sakit Lanud Atang Senjaya.

Sampai hari ini, Lanud Atang Senjaya masih aktif beroperasi dan kapan-kapan bolehlah anda datang berkunjung dan melihat langsung lanud kebanggan orang Bogor tersebut sekaligus mengenang Letkol (Anumerta) Atang Senjaya sang perakit Helikopter Mi-6.

Comments
Loading...