Cari Tersangka Lain Pembangunan RSUD, Kejari Tunggu Audit BPK

0 513

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Kejaksaan Negeri Cibinong saat ini tengah menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat, terkait adanya kerugian negara atas pembangunan ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang.

Sebelumnya Kejari telah menetapkan dua tersangka yang telah merugikan negara sebesar Rp 2,5 Miliar dalam proses pembangunan ruang inap jaminan kesehatan daerah RSUD Leuwiliang dan melakukan penggeledahan di RSUD Leuwiliang. Kedua tersangka adalah Helmi Adam dan Gerrit Alexander David.

“Saat ini kami sedang klarifikasi ke BPK Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui secara kronkrit jumlah total kerugian negara di pembangunan ruang rawat inap di RSUD Leuwiliang,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong Lumumba Tumbunan kepada heibogor.com, Rabu (15/07/15).

Lumumba menambahkan dari hasil penggeledahan di RSUD Leuwiliang beberapa waktu lalu, Kejaksaan menemukan bukti-bukti tambahan untuk menjerat dua tersangka tersebut. “Bukti semakin kuat untuk dua tersangka, namun masih ada kemungkinan untuk menjerat tersangka lainnya dengan adanya bukti-bukti tambahan tersebut,” ujar dia.

Lumumba mengungkapkan pembangunan tersebut di kerjakan tahun 2013, dengan sumber dana bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp 14 miliar. Namun dalam pelaksanaannya tidak di kerjakan sendiri, melainkan sebagian pekerjaannya disubkan lagi ke perusahaan lain.

Tinggalkan Balasan