Peluang PSB Lolos ke Divisi Utama Kandas

0 237

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Heibogor.com – Pupus sudah ambisi PSB Bogor lolos ke fase berikutnya. Pasalnya, mereka harus menelan kekalahan dari tuan rumah Perserang Serang 1-0, pada laga Divisi I Grup V, di Stadion Krakatau Steel, Serang, Banten, Minggu (01/06/14).

Gol kemenangan tuan rumah sendiri tercipta satu menit menjelang babak kedua berakhir, tepatnya pada menit ke-89.

Manajer PSB Bogor Eri Kusmar mengatakan, pertandingan sendiri berjalan tidak seimbang. Wasit yang memimpin pertandingan, terkesan tidak bersikap adil, dan cenderung memihak kubu tuan rumah.

”Pertandingan berjalan kurang fair, karena wasit yang memimpin pertandingan memihak ke Perserang, dan banyak merugikan kami yang sebagai tim tamu,” ungkap Eri kepada heibogor.com melalui Blackberry Messenger (BBM), Minggu (01/06/14).

”Tentunya, hal ini akan segera kami tindaklanjuti dengan melakukan protes ke PSSI,” sambungnya.

Ia menambahkan, pertandingan sendiri sempat dihentikan akibat tindakan wasit yang merugikan timnya. Beberapa diantaranya adalah pada saat Laskar Pakuan melakukan serangan balik, wasit malah mengganjarnya dengan hukuman offside.

Selain itu, salah satu pemain PSB, Burhan juga diberikan kartu merah setelah sebelumnya mendapat dua kartu kuning.

”Banyak sekali kerugian yang kami terima, diantaranya adalah pada saat pemain kami berada pada posisi onside, tapi wasit malah bertindak sebaliknya.”

”Puncaknya adalah ketika salah satu pemain kami yakni Burhan malah diberikan kartu merah, padahal kami menilai bahwa itu bukan pelanggaran keras,” sesalnya.

Lebih lanjut, Eri mengungkapkan bahwa tim manajemen akan segera melayangkan protes kepada PSSI atas kecurangan yang menimpa timnya.

”Besok (Senin, 02/06/14), kami akan layangkan surat protes kepada PSSI atas tindakan wasit ini. Kami juga akan memprotes perlakuan panpel (panitia pelaksana) yang bertindak arogan kepada pemain kami,” pungkasnya.

Atas kekalahan ini, harapan PSB untuk bisa melaju hingga ke Divisi Utama harus kandas. Mereka harus turun kasta, dan bermain di Divisi Nusantara pada musim depan. (Irvani/MK)


Tinggalkan Balasan